
Di sebuah Madrasah yakni MTsN 2 Sungai Penuh, seorang guru mata pelajaran Seni Budaya bernama Ibu Dewi Trisna, S.Pd.I, mengajar siswa-siswinya dari kelas VIII C & VIII D tentang mengenal warna. Namun, Ibu Dewi tidak menggunakan metode pengajaran biasa. Ia memiliki ide kreatif untuk mengenalkan warna kepada siswa-siswinya tersebut.
Ibu Dewi memutuskan untuk menggunakan bahan alami sebagai media pengajaran. Ia mengajak siswa-siswinya ke taman sekolah untuk mengumpulkan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan tanah.
Dengan bahan-bahan alami tersebut, Ibu Dewi membuat sebuah proyek pengajaran yang interaktif. Ia meminta siswa-siswinya untuk mengidentifikasi warna-warna yang ada pada bahan alami tersebut.

Siswa-siswi sangat antusias dan bersemangat dalam mengidentifikasi warna-warna alami. Mereka belajar tentang warna hijau daun, warna merah, ungu dan warna lainnya dari bunga, serta warna coklat tanah.

Dengan metode pengajaran yang kreatif ini, siswa-siswi tidak hanya belajar tentang warna, tetapi juga tentang pentingnya menghargai dan melestarikan alam.
Kreatifitas ibu Dewi Trisna, S.Pd.I dalam mengajar telah membuktikan bahwa pengajaran tidak harus monoton dan membosankan. Dengan sedikit kreatifitas, pengajaran dapat menjadi menyenangkan dan efektif. “Wpâ€
|
140x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Sungai Penuh dan Sekitarnya
Memuat tanggal...